Profil, Santa Angela

Santa Angela Merici

“Santa Angela Merici (1474-1540) merupakan pendiri dari kompani Santa Ursula yaitu ordo suster-suster Ursulin yang berkarya di bidang pendidikan di seluruh dunia.”

Angela Merici diperkirakan lahir pada tahun 1474 di kota Desenzano, tepatnya di daerah tepi danau Garda, Italia. Ayah Angela bernama Giovani dan Ibunya bernama Katarina. Ayahnya bekerja sebagai petani sederhana, namun terdidik dan disegani oleh penduduk sekitar. Sedangkan ibunya, berasal dari keluarga bangsawan yang terpandang. Sejak kecil, Angela hidup dalam keluarga Katolik yang kudus.

Orang tua dan saudaranya meninggal saat Angela masih sangat muda. Ia diambil oleh pamannya, saudara dari ibu yang menjadi pengacara di kota Salo. Di sana ia belajar bergaul dengan kalangan pejabat dan terpelajar namun ia juga bergaul dengan orang miskin dan sederhana, antara lain pekerja di rumah pamannya. Angela hidup sangat sederhana. Tidur di atas lantai beralaskan tikar dan berbantal batu atau sepotong kayu. Ia biasa berpuasa.

Di tengah kekacauan yang melanda Gereja dan masyarakat, ia bagai batu karang dalam amukan ombak. Ia memiliki pendapat yang jernih, membawa orang menemukan jati dirinya. Hal itu terjadi karena kedekatannya dengan Allah berkat ketekunan dan kesetiaannya dalam doa.

Ia juga sering berziarah. Ia masuk ordo ketiga Santo Fransiskus agar boleh lebih sering menerima komuni kudus karena pada waktu itu, hanya anggota sebuah tarekat yang boleh menerima komuni setiap hari. Tanggal 25 November 1535, bersama 28 orang wanita, Angela membentuk sebuah persekutuan dan berikrar hidup demi Tuhan dan sesama. Persekutuan ini diberi nama Persekutuan Santa Ursula. Santa Ursula adalah seorang martir yang populer dari jaman gereja purba. Cerita tentang Santa Ursula sering Angela dengar ketika ia kecil dan gambarnya terpampang di gereja di mana Angela sering berdoa. Para anggota persekutuan ini menyediakan diri untuk melayani sesama melalui merawat orang sakit dan mengajar.

Angela mempunyai cita-cita supaya anak-anak (terutama anak perempuan) memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan, secara utuh yaitu intelektual dan  kepribadian, agar mereka memiliki kepribadian yang menawan. Bagi Angela dan teman-temannya mendidik lebih merupakan seni daripada ilmu. Angela yakin bahwa tak mungkin ada pendidikan tanpa kasih. Ia melandaskan pendidikannya atas sikap optimis, menghormati keunikan setiap pribadi, menghargai setiap orang yang mau dididik. Angela tahu bahwa mendidik itu tidak mudah, tapi ia memiliki keyakinan bahwa Roh Allah dapat berkarya lewat manusia.

Tanggal 27 Januari 1540 Angela wafat. Para pengikutnya tersebar ke seluruh dunia dan sampai di Indonesia pada tanggal 7 Februari 1856 dan mulai berkarya di Malang pada tanggal 6 Februari 1900. Mereka dikenal dengan sebutan para suster Ursulin yang juga menyelenggarakan pendidikan di Cor Jesu Malang.